Timika, 10 September 2026 – Tokoh intelektual sekaligus Kepala Suku Damal di Kabupaten Mimika, Yulius Hagabal, mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Mimika, khususnya dalam menyikapi konflik antarkelompok yang terjadi di Distrik Kwamkinarama.
Yulius mengatakan, diperlukan kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah distrik dan para tokoh masyarakat untuk mencegah konflik meluas. Ia menyebut sejumlah upaya telah dilakukan oleh kerukunan masyarakat di Timika untuk meredam aksi saling serang agar persoalan tersebut tidak berkembang ke wilayah lain.
“Kita harus bersama-sama menjaga situasi Timika tetap aman dan damai. Aparat TNI/Polri, pemerintah distrik dan tokoh-tokoh masyarakat harus bergandengan tangan untuk menyelesaikan pertikaian di Kwamkinarama,” ujar Yulius.
Menurutnya, konflik yang terjadi di Kwamkinarama perlu menjadi perhatian karena sejumlah kejadian pembunuhan disebut telah keluar dari area konflik dan menyasar masyarakat dari suku lain. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu persoalan baru antara kelompok masyarakat apabila tidak segera diredam.
Yulius juga mengimbau masyarakat suku Damal yang berdomisili di Tembagapura agar tidak membawa persoalan Kwamkinarama ke wilayah tersebut. Ia menegaskan bahwa Tembagapura merupakan tempat masyarakat mencari penghidupan sehingga harus dijaga dari segala bentuk aksi kekerasan.
“Tembagapura adalah tempat kita mencari makan, bukan tempat perang. Jangan sampai terjadi aksi saling serang di sana karena dampaknya akan merugikan masyarakat dan dapat memicu gelombang pengungsian ke Timika,” katanya.
Ia turut mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memperkeruh situasi. Yulius meminta apabila terdapat kelompok bersenjata yang berupaya menyusup atau memanfaatkan konflik antarmasyarakat, hal tersebut segera dilaporkan kepada aparat keamanan dan wajib kita mendukung aparat dalam melakukan penegakan hukum.
Yulius berharap seluruh elemen masyarakat mengedepankan dialog dan penyelesaian secara damai. Ia menegaskan pentingnya menjaga Tembagapura dan Timika tetap kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa rasa takut maupun gangguan keamanan.(rd)